Proses syuting film A COPY OF MY MINDdilakukan secara gerilya. Selama sepuluh hari pengambilan gambar, Joko Anwarselaku sutradara cuma menggunakan 20 kru yg di antaranya kebagian jobdesk tambahan.
Seperti produser yg harusnya mengurus soal budget, Ia malah merangkap sebagai sopir dan make up artis. Beruntung semangat gotong-royong antar mereka membuat lelah yg dirasa tidak sempat terucap.
“Syuting film ini benar-benar gerilya. Makanya sebelum hari pertama kami telah bersiap jiwa dan raga. Bayangin kru total 20 orang, itu pun merangkap-rangkap. Contohnya produser aku yg juga jadi make up artis dan sopir,” kata Joko ditemui di ditemui di Plaza Indonesia, kawasan Thamrin, Jakarta Pusat, Rabu (3/2).
Demi keamanan budgetyang terbatas, konsumsi bagi kru dan artis pun benar-benar hemat. Mereka terpaksa setiap hari makan di warteg dan Mi Instan. “Tiap hari makan warteg, mi goreng, pete,” imbuh Joko.
Bila kemudian filmA COPY OF MY MINDberhasil keliling festival bergengsi, itu adalah kado terindah buat Joko dan semua staff yg terlibat. Terlebih film itu menjadi karya Indonesia yg masuk Venice setelah terakhir tahun 2005 lewat Opera Jawa.
“Pas masuk Venice kaget karena ini festival tertua di dunia. Masuknya ke sana juga susah. Beruntung A COPY OF MY MINDjadi film indonesia yg masuk setelah Opera Jawa. Itu sepuluh tahun lalu,” pungkasnya.
Sumber: http://bit.ly/1P8kz81